Embung Suruh Susut, PDAM Berlakukan Sistem Blok

02 Sep 2020 | 07:54   oleh Admin   Hubungan Pelanggan

Musim kemarau di tahun 2020 ini membuat sejumlah wilayah terpapar kekeringan. Sumber-sumber air terus menyusut. Seperti di Embung Suruh,Donorojo. Kondisi itu menyebabkan pasokan air ke pelanggan terbatas dan ketersediaan air baku di wilayah Donorojo menipis. Saat ini debit aliran air di wilayah tersebut hanya 20 liter per detik dari satu unit pengolahan (intake) dan tiga sumur bor dalam. Dampaknya, banyak keluhan dari pelanggan soal pasokan air. Tercatat ada beberapa wilayah Donorojo yang mengeluh aliran air ke rumah mereka kecil.

Mengatasi persoalan tersebut PDAM coba menerapkan sistem blok atau giliran, karena ini memang faktor alam bukan lantaran kesalahan teknis dari PDAM.

PDAM bersama BPBD telah berusaha mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah ketersediaan air baku di wilayah Donorojo. Termasuk di antaranya menormalisasi Embung Suruh. Sehingga bisa menampung lebih banyak air ketika musim hujan dan juga berusaha mencari sumber air baru lainnya.

Lantas bagaimana dengan pasokan air ke pelanggan yang berada di Kecamatan Pacitan? selama musim kemarau saat ini pasokan air bersih ke pelanggan masih lancar. Meskipun hanya bisa menyerap sekitar 75 persen dari sumber air baku Sungai Grindulu. Pasalnya, debit air sungai terbesar di Pacitan itu saat ini juga menyusut menjadi 200 liter per detik. Dari Sungai Grindulu tidak bisa 100 persen terserap karena butuh untuk pengolahan, pengurasan dan filtrasi.

Pipa PDAM Pacitan Rusak Terdampak Bencana

07 Maret 2023

Bencana alam yang terjadi di Pacitan dalam beberapa hari terakhir di bulan Februari 2023 membawa kerugian bagi PDAM Tirta Dharma. Banyak ...

Penuhi Air Bersih, Proyek Pipanisasi Waduk Tukul hingga Tahun 2034

23 Februari 2023

Kebutuhan air bersih bagi warga Pacitan tercukupi. Ini setelah pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo membangun jaringan pipa ...